Mengapa Orangtua Terobsesi Rangking, Piala, dan Sertifikat ?

 

Banyak orang tua bekerja keras agar anaknya sukses.

Karena itu ketika anak mendapat ranking, piala, medali, atau sertifikat, muncul rasa bangga yang wajar.

Namun pernahkah kita bertanya:

Apakah prestasi yang terlihat selalu mencerminkan kesiapan anak menghadapi kehidupan?

Karakter tidak bisa dipajang di lemari.

Kemampuan berpikir kritis tidak selalu mendapat medali.

Empati tidak selalu mendapatkan sertifikat.

Padahal justru kemampuan-kemampuan itulah yang akan banyak digunakan saat anak dewasa nanti.

Bukan berarti ranking, piala, dan sertifikat tidak penting.

Mereka bisa menjadi indikator dari proses belajar yang baik.

Tetapi ketika indikator berubah menjadi tujuan utama, kita perlu berhati-hati.

Karena pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan anak yang mampu menjawab soal.

Tetapi juga manusia yang mampu belajar, beradaptasi, bekerja sama, menyelesaikan masalah, dan terus bertumbuh sepanjang hidupnya.

Menurut Anda, apakah sistem pendidikan saat ini masih terlalu menekankan pencapaian yang terlihat dibandingkan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan di masa depan?









Post a Comment

Lebih baru Lebih lama