Puisi Wisuda

Hadirin yang kami hormati, Pada detik yang syahdu ini, marilah sejenak kita menurunkan suara dunia, memberi ruang bagi hati untuk berbicara karena di hadapan kita, akan hadir sebuah perjumpaan paling tulus antara anak dan orang tua. Perjumpaan yang dibangun oleh doa, air mata, dan cinta yang tak pernah meminta balasan.


Ayah... Ibu...


Hari ini, anak-anak yang dahulu engkau genggam jemarinya saat belajar melangkah, kini berdiri di ambang gerbang kehidupan yang baru.


Waktu telah menjahit hari demi hari begitu cepat, hingga tanpa terasa, seragam sekolah yang dulu kebesaran kini menjadi saksi kedewasaan mereka.


Di balik setiap langkah anak-anak ini, ada pundak yang diam-diam lelah menopang harapan.


Ada tangan yang kasar karena kerja keras.


Ada mata yang sering menahan kantuk demi doa-doa yang tak pernah putus dipanjatkan kepada langit.


Mungkin anak-anak ini belum mampu membalas seluruh pengorbanan itu sebab kasih orang tua ibarat samudra, dipeluk ombaknya seumur hidup pun tak akan habis diukur kedalamannya.


Hari ini, biarkan mereka menundukkan kepala, bukan karena kalah, melainkan karena hormat yang begitu dalam.


Biarkan air mata jatuh, bukan karena sedih semata, tetapi karena hati akhirnya mengerti bahwa cinta paling suci ternyata tinggal di rumah, memanggil dengan sederhana, "Nak, hati-hati di jalan."


Kepada ananda semua...


Mendekatlah kepada Ayah dan Ibu kalian. Tatap wajah yang mulai dipenuhi garis waktu itu. Di sanalah ada ribuan doa yang disembunyikan dalam senyum. Di sanalah ada cinta yang bahkan rela terluka agar kalian tetap bahagia.


Sampaikanlah sungkem bakti kalian. Memohon maaflah atas kata yang pernah meninggi, atas langkah yang sempat melukai, atas harapan yang kadang belum mampu dipenuhi.


Kepada Ayah dan Ibu... Peluklah putra-putri tercinta hari ini karena meski mereka mulai tumbuh dewasa dan mengejar langitnya sendiri, dalam hati mereka akan selalu ada rumah dan rumah itu adalah engkau.


Mari kita iringi prosesi sungkeman ini dengan doa terbaik. Semoga langkah anak-anak kelak menjadi langkah yang diberkahi, menjadi insan yang bukan hanya cerdas pikirannya, tetapi juga lembut hatinya, menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan kemanusiaan.


Tak lupa pula semoga setiap peluh orang tua yang jatuh di bumi, kelak dibalas Tuhan menjadi kebahagiaan yang mekar di masa depan anak-anak mereka.


Selamat memeluk cinta yang selama ini diam-diam menjaga kalian dari runtuhnya dunia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama